Sebuah kebetulan yang membahagiakan. Aku tidak merencanakan langsung, kecuali sekedar action memanfaatkan peluang. Allah yang telah mempersiapkan dan menjalankannya untukku. Memberikan training SQ For Excellence di Resto Erigo, Jl. Kebangkitan Solo untuk seluruh karyawan Perusahaan Meuble PT. Yosogira Sragen.
Alhamdulillah, dalam sebuah acara presentasi untuk rencana pembukaan kelas baru KWE di Solo, aku ikut menyertai team management Pak Zaini – owner Komunitas Walet Emas (KWE). Setelah acara selesai dan kami serombongan siap kembali ke Semarang, aku siapkan kartu nama dan memberikan kepada beberapa Pengurus Asosiasi Pengusaha Meuble Surakarta yang akan menyelenggarakan kelas baru KWE di Solo.
Sekitar seminggu kemudian, aku dapatkan kabar gembira dari Pak Nor rahman, Koordinator Management KWE Semarang yang baru, aku diminta untuk menghubungi Bp. Mugiyanto, owner dan Direktur PT. Yosogira Sragen. Aku calling beliau dan deal, beliau minta aku memberikan training motivasi untuk karyawannya, bagaimana agar mereka semangat dalam bekerja. Yes! Aku terima order itu dan kami menyepakati untuk diselengarakan pada hari Kamis, 21 Mei 2009.
Secara umum problem management perusahaan adalah menghadapi karyawan yang mengeluh, bekerja berat, minta gaji naik, namun produktivitas jauh dari target. Problem ini menurutku karena komunikasi yang tidak lancar antara karyawan dan pihak manajemen, serta karena rendahnya motivasi karyawan dalam melakukan kerja. Sebagai seorang trainer, langkah awal untuk mengatasi problem tersebut adalah meluruskan kembali niat bekerja mereka, membangun etos kerja dimana kerja adalah wujud dari ibadah. Kemudian membangun model komunikasi yang clear antara manajemen dan karyawan dengan komunikasi by love.
Untuk itulah aku menyiapkan materi training spiritual dan etos kerja dengan judul “SQ For Excellent”, materi ini seperti trainingku yang lain, aku buka wawasan tentang potensi manusia yang Tuhan berikan, optimalisasipotensi tersebut dengan memanfaatkan subconciouse (alam bawah sadar). Selanjutnya nilai-nilai tentang AHLI SORGA sebagai value yang perlu dimiliki setiap orang untuk menjadi manusia -manusia unggulan aku tambahkan dalam materi training, disertai dengan beberapa video klip motivasi pendukungnya. Materi inilah yang aku bakukan untuk memberikan training motivasi dan etos kerja untuk korporat dengan durasi sekitar 5 jam.
Rabu sore, 20 Mei 2009 aku berangkat dengan Arif Chasanuddin dan Angga, diantar oleh Pak Nor Rohman. Kami datang ke workshop meuble milik Pak Mugiyanto yang ada di Boyolali sekitar jam 21.00 wib. Setelah bincang-bincang secukupnya kami di antar ke tempat penginapan di sebuah Hotel di Boyolali.
Pagi hari cuaca begitu cerah. Matahari menebarkan sinarnya ke bumi memberikan kehangatan bagi penghuni planet bumi. Jam 07.30 setelah sarapan kami berangkat menuju Solo bersama Pak Mugiyanto. Sampai di Resto Erigo, segera mempersiapkan pelaksanaan training. Kami cheking ruang dan peralatan multimedia. Petugas Resto mempersiapkan LCD Projector, layar, sound system dan memasang laptop. Seluruh peragkat kami coba. Oke, semua siap digunakan dalam even SQ For Excellence ini.
Jam 09.00 wib acara dimulai secara seremonial. Laporan panitia dan sambutan dari top management, kemudian coffe break. Sekitar jam 09.45 training dimulai dipandu oleh Arif dan selanjutnya aku turun untuk menyampaikan materi sesuai dengan yang telah aku siapkan.
Hasilnya alhamdulillah, dahsyat. Luar biasa. Mereka tersemangati. Wajah-wajah kelihatan cerah dan bahagia menikmati acara training ini. Pak Mugiyanto juga memberikan testemoni yang sangat positif sebagai berikut :
“Saya sangat merasakan manfaat yang cukup besar dalam pelatihan SQ ini, dan saya melihat perubahan besar terjadi dalam waktu yang sangat singkat, hanya dalam waktu 5 jam, banyak anak buah saya yang tadinya penakut menjadi pembarani, yang tadinya pendiam jadi berani menyampaikan isi hatinya, yang tadinya putus asa menjadi semangat, semua bisa langsung dilihat dan dirasakan. Kita jadi merasa senang, tenang dan punya cita-cita.”
Training ini diikuti oleh sekitar 120 peserta, karyawan PT. Yosogira Sragen. Sementara itu sekitar 110 karyawan PT. Mugiharjo juga segera disiapkan untuk mendapatkan training yang sama. Kedua perusahaan ini milik Pak Mugiyanto seorang pengusaha meuble yang tinggal di Boyolali.
Alhamdulillah, training berikutnya pun diselenggarakan di tempat yang sama, Resto Erigo Solo pada Senin, 8 Juni 2009. Hasilnya juga dahsyat luar biasa. Terima kasih ya Allah, Engkau telah beri kesempatan padaku untuk berbagi pencerahan dan motivasi!*** (12 Juni 2009, 01.24)
Tuesday, October 6, 2009
Saturday, August 29, 2009
The Committers
Keinginan untuk selalu tumbuh dan berkembang (growth) baik sebagai personal, trainer maupun dalam bisnis menuntut sebuah komitmen. Banyak orang yang ingin maju dan sukses, namun hanya sedikit yang bisa benar-benar sukses. Mereka yang benar-benar sukses adalah yang memiliki komitmen untuk sukses. Untuk bisa mencapai sukses, untuk meraih impian yang diinginkan (outcome), kita membutuhkan seorang guru atau pembimbing (coach). Coach inilah yang akan membimbing, mengarahkan dan memberikan inspirasi sukses pada kita. Dan terhadap outcome yang telah kita tetapkan, kita harus menjadi orang-orang yang berkomitmen untuk mencapai kesuksesan (disebut sebagai The Committers).
Business coaching (BC) yang diselenggarakan oleh Dinar Coach International merupakan program bimbingan lanjutan Pembelajaran Praktis UTHB dan HBHB. Alhamdulillah, aku sudah mengikuti 2 program awal UTHB dan HBHB, tinggal mengikuti program lanjutan BC. Keinginan tersebut sudah lama muncul, sejak dibukanya program BC di Semarang. Lantaran persiapan biaya belum ada, maka keinginan itu tinggal sebagai keinginan. Baru pada program BC angkatan ke 3 di Semarang (atau angkatan 9 secara nasional) inilah aku memutuskan untuk ikut. Insyaallah masalah biaya investasinya, Allah akan kasih jalan. Dengan keyakinan itulah akhirnya aku daftar untuk bisa ikut BC.
Alhamdulillah program dimulai Kamis, 2 April 2009 dengan 25 peserta lainnya yang sebagian besar para pengusaha yang telah menjalankan bisnisnya. Aku sendiri ingin mendapatkan bimbingan dalam menjalankan bisnis yang sementara ini adalah sebagai seorang trainer lewat SQ Learning. Dalam pertemuan pertama ini, disamping penjelasan mengenai aturan main dalam program BC, dibahas juga mengenai materi yang akan kami dapat selama setahun. Ada 4 kelas atau tingkatan yang harus kami lalui. Pertama kelas MASTERY selama 3 bulan pertama, nanti kami akan dibimbing untuk melakukan Eliminate Chaos dengan self mastery, distenation mastery, priority mastery, delivery mastery dan money mastery.
Kedua kelas NICHE, untuk melakukan Eliminate Competition dengan memahami 300 tip bisnis untuk mendapatkan ceruk pasar. Selanjutnya ketiga adalah kelas LEVERAGE, kami akan dibimbing untuk mengungkit bisnis dengan berbagai cara untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan income. Dan terakhir adalah kelas SINERGY yang akan memadukan seluruh potensi, baik system maupun team bisnis sehingga bisnis yang kami jalankan akan menjadi mesin pencetak ung bagi kami, para business owner. Waoww .. luar biasa!
Pertemuan pertama ini nantinya akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya setiap 2 pekan sekali pada hari Rabu jam 10.00 sampai dengan jam 13.30 wib selama setahun. Aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk bisa secara rutin mengikuti kelas business coach ini.
Hingga saat ini, aku sudah mengikuti pertemuan di kelas Committer selama 4 kali pertemuan, dengan materi yang selalu inspiratif. Disamping materi yang disampaikan sebagai landasan teori, kamipun mendapatkan home fun yang bisa langsung diaplikasikan dalam business kami. Dan alhamdulillah semua kami jalankan dengan sangat enjoy. Home fun yang harus kami kerjakan adalah terkait dengan perbaikan mindset kami dengan peningkatan karakter (BE) kami, yang akan menjadi prasyarat bagi seorang business owner untuk menjalankan bisnisnya. Kemudian home fun tentang fondamental of business yang mengeksplore landasan bisnis yang nantinya akan menjadi strong way bagi kami untuk menjalankan bisnis.
Home fun yang langsung berhubungan dengan lembaga bisnis adalah menyusun Visi, missi dan Core values. Kemudian juga home fune Elignment yang akan membuat orang mengenali bisnis kita lebih jelas dan akhirnya mereka akan menjadi costumer kiami dan untuk supporting bagi bisnis kami.
Sebuah program yang luar biasa, bagaimana kami menyiapkan sebuah bisnis berkelas dunia, sebuah bisnis yang akan bisa dijalankan puluhan tahun bahkan bisa dilanjutkan oleh generasi penerus kami. Jika bisnis ini sudah bisa berjalan , maka kami tinggal untuk urusan lain, jalan-jalan dan liburan keluar negeri misalnya. Alhamdulillah ya Allah aku bersyukur kepadamu bahwa Engkau telah menciptakan diriku sebagi business owner yang sukses. Amin.! *** (18 Mei 2009; 10.42)
Business coaching (BC) yang diselenggarakan oleh Dinar Coach International merupakan program bimbingan lanjutan Pembelajaran Praktis UTHB dan HBHB. Alhamdulillah, aku sudah mengikuti 2 program awal UTHB dan HBHB, tinggal mengikuti program lanjutan BC. Keinginan tersebut sudah lama muncul, sejak dibukanya program BC di Semarang. Lantaran persiapan biaya belum ada, maka keinginan itu tinggal sebagai keinginan. Baru pada program BC angkatan ke 3 di Semarang (atau angkatan 9 secara nasional) inilah aku memutuskan untuk ikut. Insyaallah masalah biaya investasinya, Allah akan kasih jalan. Dengan keyakinan itulah akhirnya aku daftar untuk bisa ikut BC.
Alhamdulillah program dimulai Kamis, 2 April 2009 dengan 25 peserta lainnya yang sebagian besar para pengusaha yang telah menjalankan bisnisnya. Aku sendiri ingin mendapatkan bimbingan dalam menjalankan bisnis yang sementara ini adalah sebagai seorang trainer lewat SQ Learning. Dalam pertemuan pertama ini, disamping penjelasan mengenai aturan main dalam program BC, dibahas juga mengenai materi yang akan kami dapat selama setahun. Ada 4 kelas atau tingkatan yang harus kami lalui. Pertama kelas MASTERY selama 3 bulan pertama, nanti kami akan dibimbing untuk melakukan Eliminate Chaos dengan self mastery, distenation mastery, priority mastery, delivery mastery dan money mastery.
Kedua kelas NICHE, untuk melakukan Eliminate Competition dengan memahami 300 tip bisnis untuk mendapatkan ceruk pasar. Selanjutnya ketiga adalah kelas LEVERAGE, kami akan dibimbing untuk mengungkit bisnis dengan berbagai cara untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan income. Dan terakhir adalah kelas SINERGY yang akan memadukan seluruh potensi, baik system maupun team bisnis sehingga bisnis yang kami jalankan akan menjadi mesin pencetak ung bagi kami, para business owner. Waoww .. luar biasa!
Pertemuan pertama ini nantinya akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya setiap 2 pekan sekali pada hari Rabu jam 10.00 sampai dengan jam 13.30 wib selama setahun. Aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk bisa secara rutin mengikuti kelas business coach ini.
Hingga saat ini, aku sudah mengikuti pertemuan di kelas Committer selama 4 kali pertemuan, dengan materi yang selalu inspiratif. Disamping materi yang disampaikan sebagai landasan teori, kamipun mendapatkan home fun yang bisa langsung diaplikasikan dalam business kami. Dan alhamdulillah semua kami jalankan dengan sangat enjoy. Home fun yang harus kami kerjakan adalah terkait dengan perbaikan mindset kami dengan peningkatan karakter (BE) kami, yang akan menjadi prasyarat bagi seorang business owner untuk menjalankan bisnisnya. Kemudian home fun tentang fondamental of business yang mengeksplore landasan bisnis yang nantinya akan menjadi strong way bagi kami untuk menjalankan bisnis.
Home fun yang langsung berhubungan dengan lembaga bisnis adalah menyusun Visi, missi dan Core values. Kemudian juga home fune Elignment yang akan membuat orang mengenali bisnis kita lebih jelas dan akhirnya mereka akan menjadi costumer kiami dan untuk supporting bagi bisnis kami.
Sebuah program yang luar biasa, bagaimana kami menyiapkan sebuah bisnis berkelas dunia, sebuah bisnis yang akan bisa dijalankan puluhan tahun bahkan bisa dilanjutkan oleh generasi penerus kami. Jika bisnis ini sudah bisa berjalan , maka kami tinggal untuk urusan lain, jalan-jalan dan liburan keluar negeri misalnya. Alhamdulillah ya Allah aku bersyukur kepadamu bahwa Engkau telah menciptakan diriku sebagi business owner yang sukses. Amin.! *** (18 Mei 2009; 10.42)
Diklat Guru Profesional
Setelah lama tidak jumpa, tiba-tiba seorang kawan trainer yang juga seorang guru, bu Dwi Harti menelponku. Sekitar 3 bulan yang lalu kami pernah merencanakan mengadakan event bareng. Namun karena kesempatan untuk bertemu belum ada waktu dan kami jarang komunikasi, rencana itu belum terwujud hingga saat ini.
Ketika menelponku, Bu Dwi mengajakku untuk meramaikan Diklat Nasional Guru Profesional yang diselenggarakannnya, yaitu “Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Lingkungan” di gedung Pendopo Kabupaten Kendal. Aku diminta untuk menjadi moderator sekalis pengisi ice breaker dalam diklat yang menghadirkan Prof. Dr. Wasino M.Hum (Ketua Progeam Studi, S-2 Pendidikan IPS, PPS Unnes Semarang), Drs. Bambang Prishardoyo (Tim Assessor Rayon 12 Semarang) dan Drs. Hartono Srikaton DJ, MM (Guru Karakter Indonesia). Permintaan itu aku sepekati, karena tanggal 9 Mei 2009, memang lagi tidak ada acara.
Sabtu, 9 Mei 2009 sekitar jam 06.00 pagi aku berangkat dari Semarang ke Kendal dan sampai di tempat penyelenggaraan Diklat Guru Profesional, yakni Pendopo Kabupaten Kendal sekitar jam 07.30. Kamipun melakukan koordinasi untuk persiapan acara. Jam 08.00 aku masuk untuk melakukan pemanasan, dengan dance atau gerakan tubuh mengikuti lagu “Beautiful Life”, menyampaikan motivasi. Setelah para peserta yaitu guru-guru SD, SMP dan SMA di Wilayah Kbupaten Kendal telah terlihat semangat, acara seremonial pembukaan diklat pun dilaksanakan sekitar jam 08.30. Acara Pembukaan selesai jam 9 lewat beberapa menit.
Selanjutnya aku masuk kembali untuk mengantarkan sesi pertama dengan materi “Pembelajaran Kontekstual Berbasis Lingkungan Sekitar” oleh Prof Wasino. Prof Wasino menyampaikan bahwa keleluasaan para guru untuk mengembangkan berbagai macam model pembelajarn, merupakan peluang yang memungkinkan atas berubahnya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KPST). Salah satu model pembelajaran yang dikembangkan adalah Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM).
Prof. Wasino menguraikan tentang tugas guru sebagai pendidik, melakukan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran dengan konsep dari Ki HajarDewantoro yaitu ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Pengembangan model pembelajaran secara umum bermuara pada model utama yaitu behaviorisme, cognitivisme dan construktivisme.
Menjelaskan tentang pembelajaran konstekstual, Prof Wasino mengatakan bahwa, pembelajara kontekstual didasarkan pada hasil penelitian John Dewey (1916) yang menyimpulkan bahwa siswa akan belajar dengan baik jika apa yang dipelajari terkait dengan yang telah diketahui dan dengan kegiatan atau peristiwa yang terjadi di sekelilingnya. Beliaupun menyampaikan sejumlah strategi pengajaran melalui pembelajaran konstekstual, antara lain: (a) pembelajaran berbasis masalah, (b) memanfaatkan lingkungan siswa untuk memperoleh pengalaman belajar, (c) memberikan aktivitas kelompok, (d) membuat aktivitas belajar mandiri, (e) membuat aktivitas belajar bekerjasama dengan masyarakat, (f) menerapkan penilaian autentik.
Pada bagian akhir, Prof Wasino menguraikan tentang lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dalam Contekstual Teaching & Learning (CTL). Bagaiaman seorang guru lebih berperan sebagai fasilitator, motivator dan inspirator bagi anak didik. Model pembelajaran PAIKEM, juga pembelajaran kontekstual yang memanfaatkan lingkungan sekitar.
Pada sesi kedua disampaikan materi “Merengkuh Sertifikasi Pendidik” oleh Drs. Bambang Prishardoyo Msi. Salah satu tim assessor rayon 12 dari Unnes ini memberikan penjelasan secara tuntas tentang sertifikasi guru. Materi ini merupakan bekal bagi para peserta untuk mempersiapkan proses sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan kwalitas proses pembelajaran bagi anak didik di sekolahnya.
Pada sesi ketiga, yang dilangsungkan setelah break makan siang dan sholat dhuhur, tsmpil sebagai pembicara adalah seorang trainer Guru Karakter Indonesia dan praktisi Hipnotherapy, Drs Hartono Srikaton. Pada sesi terakhir ini disampaikan materi “Presenting Magically”. Dalam kesempatan tersebut, Hartono juga mempraktekkan proses acceleratied reading, membaca dengan kecepatan tinggi, yang dilakukan oleh seorang model anak didik yang dihipnotis. Dalam kondisi mata terpejam, kemudian diminta untuk membuka mata dalam hitungan detik untuk membaca sebuah tulisan di selembar kertas yang ada di hadapannya. Selanjutnya model ini diminta untuk menyebutkan apa yang tertulis dan berhasil. Luar biasa! Acara Diklat Guru Profesional ini berakhir sekitar jam 15.30 wib.
Aku langsung pilang ke Semarang, terus berangkat lagi menuju Jepara. Pagi harinya, 10 Mei 2009, kami juga harus menyiapkan Diklat yang serupa untuk guru-guru di Kabupaten Jepara. Pembicaranya sama yaitu Prof. Wasino dan Bambang Prishardoyo minus Hartono Srikaton. Dalam event diklat kali ini, aku lebih banyak memberikan materi motivasi di awal acara dan sesi terakhir.
Sebuah pengalaman yang sungguh menarik, berbagi semangat motivasi dan pencerahan bagi guru untuk menemukan potensi diri dan mengoptimalkannya menjadi guru-guru yang dahsyat dan luar biasa. Semoga! *** (12 Mei 2009; 12.14).
Ketika menelponku, Bu Dwi mengajakku untuk meramaikan Diklat Nasional Guru Profesional yang diselenggarakannnya, yaitu “Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Lingkungan” di gedung Pendopo Kabupaten Kendal. Aku diminta untuk menjadi moderator sekalis pengisi ice breaker dalam diklat yang menghadirkan Prof. Dr. Wasino M.Hum (Ketua Progeam Studi, S-2 Pendidikan IPS, PPS Unnes Semarang), Drs. Bambang Prishardoyo (Tim Assessor Rayon 12 Semarang) dan Drs. Hartono Srikaton DJ, MM (Guru Karakter Indonesia). Permintaan itu aku sepekati, karena tanggal 9 Mei 2009, memang lagi tidak ada acara.
Sabtu, 9 Mei 2009 sekitar jam 06.00 pagi aku berangkat dari Semarang ke Kendal dan sampai di tempat penyelenggaraan Diklat Guru Profesional, yakni Pendopo Kabupaten Kendal sekitar jam 07.30. Kamipun melakukan koordinasi untuk persiapan acara. Jam 08.00 aku masuk untuk melakukan pemanasan, dengan dance atau gerakan tubuh mengikuti lagu “Beautiful Life”, menyampaikan motivasi. Setelah para peserta yaitu guru-guru SD, SMP dan SMA di Wilayah Kbupaten Kendal telah terlihat semangat, acara seremonial pembukaan diklat pun dilaksanakan sekitar jam 08.30. Acara Pembukaan selesai jam 9 lewat beberapa menit.
Selanjutnya aku masuk kembali untuk mengantarkan sesi pertama dengan materi “Pembelajaran Kontekstual Berbasis Lingkungan Sekitar” oleh Prof Wasino. Prof Wasino menyampaikan bahwa keleluasaan para guru untuk mengembangkan berbagai macam model pembelajarn, merupakan peluang yang memungkinkan atas berubahnya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KPST). Salah satu model pembelajaran yang dikembangkan adalah Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM).
Prof. Wasino menguraikan tentang tugas guru sebagai pendidik, melakukan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran dengan konsep dari Ki HajarDewantoro yaitu ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Pengembangan model pembelajaran secara umum bermuara pada model utama yaitu behaviorisme, cognitivisme dan construktivisme.
Menjelaskan tentang pembelajaran konstekstual, Prof Wasino mengatakan bahwa, pembelajara kontekstual didasarkan pada hasil penelitian John Dewey (1916) yang menyimpulkan bahwa siswa akan belajar dengan baik jika apa yang dipelajari terkait dengan yang telah diketahui dan dengan kegiatan atau peristiwa yang terjadi di sekelilingnya. Beliaupun menyampaikan sejumlah strategi pengajaran melalui pembelajaran konstekstual, antara lain: (a) pembelajaran berbasis masalah, (b) memanfaatkan lingkungan siswa untuk memperoleh pengalaman belajar, (c) memberikan aktivitas kelompok, (d) membuat aktivitas belajar mandiri, (e) membuat aktivitas belajar bekerjasama dengan masyarakat, (f) menerapkan penilaian autentik.
Pada bagian akhir, Prof Wasino menguraikan tentang lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dalam Contekstual Teaching & Learning (CTL). Bagaiaman seorang guru lebih berperan sebagai fasilitator, motivator dan inspirator bagi anak didik. Model pembelajaran PAIKEM, juga pembelajaran kontekstual yang memanfaatkan lingkungan sekitar.
Pada sesi kedua disampaikan materi “Merengkuh Sertifikasi Pendidik” oleh Drs. Bambang Prishardoyo Msi. Salah satu tim assessor rayon 12 dari Unnes ini memberikan penjelasan secara tuntas tentang sertifikasi guru. Materi ini merupakan bekal bagi para peserta untuk mempersiapkan proses sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan kwalitas proses pembelajaran bagi anak didik di sekolahnya.
Pada sesi ketiga, yang dilangsungkan setelah break makan siang dan sholat dhuhur, tsmpil sebagai pembicara adalah seorang trainer Guru Karakter Indonesia dan praktisi Hipnotherapy, Drs Hartono Srikaton. Pada sesi terakhir ini disampaikan materi “Presenting Magically”. Dalam kesempatan tersebut, Hartono juga mempraktekkan proses acceleratied reading, membaca dengan kecepatan tinggi, yang dilakukan oleh seorang model anak didik yang dihipnotis. Dalam kondisi mata terpejam, kemudian diminta untuk membuka mata dalam hitungan detik untuk membaca sebuah tulisan di selembar kertas yang ada di hadapannya. Selanjutnya model ini diminta untuk menyebutkan apa yang tertulis dan berhasil. Luar biasa! Acara Diklat Guru Profesional ini berakhir sekitar jam 15.30 wib.
Aku langsung pilang ke Semarang, terus berangkat lagi menuju Jepara. Pagi harinya, 10 Mei 2009, kami juga harus menyiapkan Diklat yang serupa untuk guru-guru di Kabupaten Jepara. Pembicaranya sama yaitu Prof. Wasino dan Bambang Prishardoyo minus Hartono Srikaton. Dalam event diklat kali ini, aku lebih banyak memberikan materi motivasi di awal acara dan sesi terakhir.
Sebuah pengalaman yang sungguh menarik, berbagi semangat motivasi dan pencerahan bagi guru untuk menemukan potensi diri dan mengoptimalkannya menjadi guru-guru yang dahsyat dan luar biasa. Semoga! *** (12 Mei 2009; 12.14).
Monday, August 24, 2009
GAGS
Alhamdulillah acara “The Great Action for Greatest Success” yang diselenggarakan The Dahsyat Management (TDM) Semarang berlangsung lancar, dahsyat dan luar biasa. Acara yang digagas oleh mas Bayu (Dutria Bayu Adi), koordinator KWE Semarang itu dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari berbagai kalangan, mahasiswa dan karyawan di Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jl. Sriwijaya Semarang.
Saat aku bergabung dengan KWE, berkenalan dengan kawan-kawan baru yang penuh energi, anak-anak muda yang semangat, aku memperkenalkan diri sebagai seorang trainer. Hal inilah yang kemudian direspon oleh mas Bayu yang juga seorang trainer untuk bersama menyelenggarakan sebuah event bareng. Dan even itu adalah GAGS, yang nantinya akan diselenggarakan setiap 3-4 bulan sekali. Dan kelak dalam GAGS di tahun 2010 nanti akan menghadirkan Mr. Tung Desem Waringin. Wow ... Dahsyat! Saya terima tawaran itu dan pada Minggu, 26 Apri 2009 event yang pertama diselenggarakan.
Dibuka sekitar jam 09.30 dengan diawali lagu Indonesia Raya yang dinayanyikan bersama seluruh peserta dipimpin oleh TDM. Kemudian dilanjutkan dengan lagu-lagu serta musik penyemangat, seperti Life (Haddaway) disertai dengan dance dipimpin oleh kru TDM dan diikuti seluruh peserta. Acara menjadi semakin meriah dan semarak.
Sekitar jam 10.00 pagi aku turun dengan memberikan materi “Greatest Success with Sub-concious” dengan penjelasan tentang potensi diri manusia yang terdiri dari body, mind, heart dan soul. Pengenalan tentang otak kiri dan otak kanan dengan karakteristikny. Selanjutnya mengenai otak sadar (concious mind) dan otak bawah sadar (sub-concious mind). Dengan penjelasan otak sadar dan bawah sadar itulah, aku coba mainkan sub-consius peserta dengan berbagai teknik relaksasi, muhasabah, pemutaran sejumlah vedio klip motivasi dan game-game yang menyenangkan. Karena waktu yang terbatas, akhirnya sessi untukku diselesaikan sekitar jam 13.00 wib. Alhamdulillah berjalan dengan penuh ceria dan juga haru.
Jam 14.00 forum masuk kembali dan disuguhi presentasi sejumlah sponsor
yang berakhir sampai jam 15.00 wib.Break untuk sholat ‘Asar sebelum masuk sessi kedua sekitar 30 menit. Selanjutnya mas Bayu masuk di sessi kedua dengan materi “Greatest Success With Great Breakthraugh Action” yang dia dapatkan alam trainingnya Mr. Tung Desem Waringin.
Meski tidak seluruh peserta kembali masuk ruang untuk mengikuti training sessi kedua, namun materi yang disampaikan mas Bayu ini sangat menginspirasi. Aku sendiri ikut duduk sebagai peserta di sessi kedua. Sungguh menarik dan luar biasa. Masih terasa kesan yang mendelam saat peserta diajak untuk melakukan “INCANSTATION”. Mengucapkan kata-kata positif disertai gerakan untuk mengubah dan mempengaruhi bawah sadar. Mas Bayu memimpinnya dengan powerfull dan penuh semangat. Kami para peserta diminta mengucapkan kata-kata : “Tiap hari makin sehat, makin kuat, makin kaya. Tidak ada kata gagal, yang ada hanya sukses atau belajar. Kalau orang lain bisa, pasti saya bisa”. Semakin semangat, semakin powerfull. Lebih semangat. Lebih powerfull.
Acara diakhiri dengan game menginjak-injak beling yang telah disiapkan panitia. Kami meminta para peserta untuk ikut melakukannya, menginjak-injak beling tanpa alas kaki. Seluruh peserta ikut terlibat dalam game ini dan semua berhasil melakukannya.
Alhamdulillah, menjelang waktu maghrib acara bisa diakhiri dan diselesaikan. Sebuah pengalaman yang dahsyat dan luar biasa aku peroleh hari itu melalui sebua event dahsyat “The Great Action for Greatest Success”.*** (30 April 2009; 06.09)
Saat aku bergabung dengan KWE, berkenalan dengan kawan-kawan baru yang penuh energi, anak-anak muda yang semangat, aku memperkenalkan diri sebagai seorang trainer. Hal inilah yang kemudian direspon oleh mas Bayu yang juga seorang trainer untuk bersama menyelenggarakan sebuah event bareng. Dan even itu adalah GAGS, yang nantinya akan diselenggarakan setiap 3-4 bulan sekali. Dan kelak dalam GAGS di tahun 2010 nanti akan menghadirkan Mr. Tung Desem Waringin. Wow ... Dahsyat! Saya terima tawaran itu dan pada Minggu, 26 Apri 2009 event yang pertama diselenggarakan.
Dibuka sekitar jam 09.30 dengan diawali lagu Indonesia Raya yang dinayanyikan bersama seluruh peserta dipimpin oleh TDM. Kemudian dilanjutkan dengan lagu-lagu serta musik penyemangat, seperti Life (Haddaway) disertai dengan dance dipimpin oleh kru TDM dan diikuti seluruh peserta. Acara menjadi semakin meriah dan semarak.
Sekitar jam 10.00 pagi aku turun dengan memberikan materi “Greatest Success with Sub-concious” dengan penjelasan tentang potensi diri manusia yang terdiri dari body, mind, heart dan soul. Pengenalan tentang otak kiri dan otak kanan dengan karakteristikny. Selanjutnya mengenai otak sadar (concious mind) dan otak bawah sadar (sub-concious mind). Dengan penjelasan otak sadar dan bawah sadar itulah, aku coba mainkan sub-consius peserta dengan berbagai teknik relaksasi, muhasabah, pemutaran sejumlah vedio klip motivasi dan game-game yang menyenangkan. Karena waktu yang terbatas, akhirnya sessi untukku diselesaikan sekitar jam 13.00 wib. Alhamdulillah berjalan dengan penuh ceria dan juga haru.
Jam 14.00 forum masuk kembali dan disuguhi presentasi sejumlah sponsor
yang berakhir sampai jam 15.00 wib.Break untuk sholat ‘Asar sebelum masuk sessi kedua sekitar 30 menit. Selanjutnya mas Bayu masuk di sessi kedua dengan materi “Greatest Success With Great Breakthraugh Action” yang dia dapatkan alam trainingnya Mr. Tung Desem Waringin.
Meski tidak seluruh peserta kembali masuk ruang untuk mengikuti training sessi kedua, namun materi yang disampaikan mas Bayu ini sangat menginspirasi. Aku sendiri ikut duduk sebagai peserta di sessi kedua. Sungguh menarik dan luar biasa. Masih terasa kesan yang mendelam saat peserta diajak untuk melakukan “INCANSTATION”. Mengucapkan kata-kata positif disertai gerakan untuk mengubah dan mempengaruhi bawah sadar. Mas Bayu memimpinnya dengan powerfull dan penuh semangat. Kami para peserta diminta mengucapkan kata-kata : “Tiap hari makin sehat, makin kuat, makin kaya. Tidak ada kata gagal, yang ada hanya sukses atau belajar. Kalau orang lain bisa, pasti saya bisa”. Semakin semangat, semakin powerfull. Lebih semangat. Lebih powerfull.
Acara diakhiri dengan game menginjak-injak beling yang telah disiapkan panitia. Kami meminta para peserta untuk ikut melakukannya, menginjak-injak beling tanpa alas kaki. Seluruh peserta ikut terlibat dalam game ini dan semua berhasil melakukannya.
Alhamdulillah, menjelang waktu maghrib acara bisa diakhiri dan diselesaikan. Sebuah pengalaman yang dahsyat dan luar biasa aku peroleh hari itu melalui sebua event dahsyat “The Great Action for Greatest Success”.*** (30 April 2009; 06.09)
Motivation & Quantum Learning '09
Sabtu, 11 April lalu merupakan jadwal terakhirku untuk memberikan training “Motivation & Quantum Learning” bagi pelajar kelas akhir SMP/SMA di Jawa Tengah ini. Sekitar 300 siswa SMP Negeri 2 Kendal, disertai wali kelasnya masing-masing mengikuti dari awal sampai akhir training yang aku berikan di Ruang Rapat BAPPEDA Kab. Kendal.
Mereka terlihat antusias duduk mendengarkan materi yang kusampaikan, menonton klip-klip yang aku putar dan aktif terlibat dalam relaksasi dan visualisasi untuk membangun semangat dan impian sukses mereka.
Aku selalu merasakan kebahagiaan, selalu menemukan “magic moment” yang menyenangkan hati untuk berbagi motivasi dan membangkitkan semangat pada para pelajar yang hadir dalam kelas-kelas training yang aku selenggarakan. Ini kurasakan dalam setiap training yang aku berikan dalam rangka Sukses Ujian Nasional tahun 2009 ini.
Sebagai sebuah catatan, training yang telah kami laksanakan menjelang Ujian Nasional 2009 ini ada 14 lembaga sekolah, SMP/SMA dengan total peserta sekitar 3.500 siswa. Terdiri dari: SMA PGRI 04 Kendal (700), SMA 1 Sukorejo – Kendal (15/1 ; 240), SMPN 12 Semarang (23/1; 240), SMAN 01 Rowosari – Kendal (28/1; 110), SMAN Cepiring – Kendal (19/2; 230), SMAN 04 Semarang (24/2; 380), SD-SMP Jepara di rumah Bp. Nurhadi (1/3; 10), SMPN 1 Sawangan – Magelang (21/3; 210), SMPN Pegandon – Kendal (24/3; 240), SMAN 01 Pegandon – Kendal (27/3; 210), MTsN 1 Kudus (28/3; 390), SMPN 3 Salatiga (4/4; 200); SMAN 02 Salatiga (6/4; 310) dan SMPN 2 Kendal (11/4; 300)
Alhamdulillah, kepercayaan dari sejumlah sekolah tersebut, telah memantapkan langkahku dalam dunia pertrainingan. Aku bersyukur pada Allah dengan prestasi yang aku dapatkan ini. Training motivasi yang aku berikan ini merupakan training dasar, membuka wawasan bagi para siswa untuk mengenali potensi dirinya, mengoptimalkan potensi itu untuk bisa belajar dengan enjoy dan akhirnya bisa lulus dalam Ujian Nasional.
Tahun ajaran baru 2009/2010 nanti aku akan menyiapkan training untuk penerimaan siswa baru. Disamping itu aku juga akan menyiapkan bimbingan bagi para siswa untuk menjadi siswa-siswa unggulan.
Program ini memang aku persiapkan untuk membantu meningkatkan motivasi siswa, keseriusan siswa dalam belajar yang akan membantu mereka untuk meningkatkan prestasi studi mereka. Bukan itu saja, saatnya kini membangun kualitas anak didik dan menyelematkan remaja dan generasi muda Indonesia hidup menjadi lebih baik, bahagia dan suskes dalam pendidikan, karir dan masa depan mereka. Dan kelak semoga mereka juga dapat menginspirasi bagi kebangkitan, kebahagian dan kesuksesan hidupn generasi berikutnya.
Kuncinya hanya satu, bagaimna siswa bisa hidup terlepas daribelenggu masa lalunya, memiliki cita-cita atau visi sukses di masa depan, maka mereka akan mampu memanfaatkan waktunya untuk aktivitas yang akan mendukung visinya. Mereka pun akan melakukan aktivitas dengan senang, berbahagia, dengan prioritas yang telah mereka tetapkan sebagai impian sukses di masa mendatang. Mereka akan selalu menjaga cara berpikir mereka dengan senantiasa berpikir positif (positive thinking), berperasaan positif (positive feeling) dan melakukan tindakan atau action yang positif pula!
Mudah-mudah program ini akan banyak mendapatkan dukungan dari tokoh pendidik, para pejabat di bidang pendidikan dan lembaga pendidikan di Indonesia ini. Amin! *** (20 April 2009; 16.27)
Mereka terlihat antusias duduk mendengarkan materi yang kusampaikan, menonton klip-klip yang aku putar dan aktif terlibat dalam relaksasi dan visualisasi untuk membangun semangat dan impian sukses mereka.
Aku selalu merasakan kebahagiaan, selalu menemukan “magic moment” yang menyenangkan hati untuk berbagi motivasi dan membangkitkan semangat pada para pelajar yang hadir dalam kelas-kelas training yang aku selenggarakan. Ini kurasakan dalam setiap training yang aku berikan dalam rangka Sukses Ujian Nasional tahun 2009 ini.
Sebagai sebuah catatan, training yang telah kami laksanakan menjelang Ujian Nasional 2009 ini ada 14 lembaga sekolah, SMP/SMA dengan total peserta sekitar 3.500 siswa. Terdiri dari: SMA PGRI 04 Kendal (700), SMA 1 Sukorejo – Kendal (15/1 ; 240), SMPN 12 Semarang (23/1; 240), SMAN 01 Rowosari – Kendal (28/1; 110), SMAN Cepiring – Kendal (19/2; 230), SMAN 04 Semarang (24/2; 380), SD-SMP Jepara di rumah Bp. Nurhadi (1/3; 10), SMPN 1 Sawangan – Magelang (21/3; 210), SMPN Pegandon – Kendal (24/3; 240), SMAN 01 Pegandon – Kendal (27/3; 210), MTsN 1 Kudus (28/3; 390), SMPN 3 Salatiga (4/4; 200); SMAN 02 Salatiga (6/4; 310) dan SMPN 2 Kendal (11/4; 300)
Alhamdulillah, kepercayaan dari sejumlah sekolah tersebut, telah memantapkan langkahku dalam dunia pertrainingan. Aku bersyukur pada Allah dengan prestasi yang aku dapatkan ini. Training motivasi yang aku berikan ini merupakan training dasar, membuka wawasan bagi para siswa untuk mengenali potensi dirinya, mengoptimalkan potensi itu untuk bisa belajar dengan enjoy dan akhirnya bisa lulus dalam Ujian Nasional.
Tahun ajaran baru 2009/2010 nanti aku akan menyiapkan training untuk penerimaan siswa baru. Disamping itu aku juga akan menyiapkan bimbingan bagi para siswa untuk menjadi siswa-siswa unggulan.
Program ini memang aku persiapkan untuk membantu meningkatkan motivasi siswa, keseriusan siswa dalam belajar yang akan membantu mereka untuk meningkatkan prestasi studi mereka. Bukan itu saja, saatnya kini membangun kualitas anak didik dan menyelematkan remaja dan generasi muda Indonesia hidup menjadi lebih baik, bahagia dan suskes dalam pendidikan, karir dan masa depan mereka. Dan kelak semoga mereka juga dapat menginspirasi bagi kebangkitan, kebahagian dan kesuksesan hidupn generasi berikutnya.
Kuncinya hanya satu, bagaimna siswa bisa hidup terlepas daribelenggu masa lalunya, memiliki cita-cita atau visi sukses di masa depan, maka mereka akan mampu memanfaatkan waktunya untuk aktivitas yang akan mendukung visinya. Mereka pun akan melakukan aktivitas dengan senang, berbahagia, dengan prioritas yang telah mereka tetapkan sebagai impian sukses di masa mendatang. Mereka akan selalu menjaga cara berpikir mereka dengan senantiasa berpikir positif (positive thinking), berperasaan positif (positive feeling) dan melakukan tindakan atau action yang positif pula!
Mudah-mudah program ini akan banyak mendapatkan dukungan dari tokoh pendidik, para pejabat di bidang pendidikan dan lembaga pendidikan di Indonesia ini. Amin! *** (20 April 2009; 16.27)
Wednesday, April 29, 2009
Belajar di "KWE"
Minggu kemarin, mulai hari Rabu, 4 Februari hingga Minggu, 8 Februari 2009 aku mengikuti aktivitas di Komunitas Walet Emas (KWE). Meski harus mengorbankan waktu dan badan terasa sedikit cape, namun semua kegiatan aku coba nikmati dengan perasaan happy dan fun.
Hari Rabu, 4 Februari mengikuti materi pembelajaran dari Pak Yuli Istiono, salah seorang mentor KWE dari Cirebon. Materi yang diberikan mengenai tujuan berbisnis. Kenapa kita mesti berbinis? Salah satu alasan berbinis adalah untuk bisa mencapai sukses dengan tingkat kekayaan yang kita inginkan.
Kemudian beliau menjelaskan konsep cashflow quadrannya Robert T Kiyosaki. Pada Quadran kiri terdiri dari E (Employ) dan S (Self employ). Seorang yang bekerja sebagai employ atau karyawan dia harus mau diatur, diarahkan, dibina dan digaji oleh seorang boss. Kemungkinan bisa meraih sukses hanyalah dalam bilangan kecil sekitar 10 %. Berikutnya self employ, pekerja sendiri atau proffesional mandiri seperti seorang dokter, arsitek, pengacara atau trainer untuk bisa mendapatkan uang haruslah bekerja sesuai profesinya. Mereka memang tidak punya boss, namun kalau tidak bekerja, maka mereka tidak bisa mendapatkan uang. Untuk bisa sukses dan kaya raya juga sulit, kemungkinan meraih sukses juga sekitar 10 %.
Pada quadran kanan terdiri dari Business Owner dan Investor. Business owner adalah yang memiliki bisnis, yang mengatur, memerintah dan menggaji para karyawannya. Seorang business owner haruslah memiliki ilmu untuk bisnis agar bisnisnya bisa berjalan dan menghasilkan uang. Sedangkan Investor adalah orang yang memiliki cukup uang yang digunakan untuk investasi sebuah bisnis.
Pada quadran kanan inilah peluang untuk meraih sukses sangat besar, peluang untuk bisa kaya raya, berlimpah juga sangat besar. Tinggal bagaimana seseorang memiliki ilmu bisnis yang cukup, sikap mental yang benar (attitude) dan keyakinan (beliefe) yang benar untuk mencapai sukses.
Pada hari pertama kami para peserta pendidikan Basic di KWE ini juga diminta mengisi quetionare, menuliskan daftar impian dan memvisualisasikan impian utama. Hasil quetionare inilah yang akan menentukan planning dan action harian kehidupan peserta untuk mencapai impiannya.Pada hari kedua dan ketiga, peserta mendapatkan materi pembelajaran langsung dari guru hebat, Bp. Muhammad Zaeni, si tukang sapu yang sukses menjadi seorang milliarder dengan memiliki bermacam bisnis.
Beliau menyampaikan materi kepribadian, mentalitas, promosi, edifikasi dan lain-lain yang terkait dengan bagaimana kita harus menjalankan bisnis. Kepribadian manusia dikelompokkan ke dalam empat (4) besar yaitu sanguin, koleris, melancolis dan plegmatis. Dengan mengenal empat macam kepribadian ini, kita bisa melakukan komunikasi tepat pada setiap orang sesuai dengan kepribadiannya, sehingga akan menunjang keberhasilan kita mencapai target ataupun goal setiap tindakan komunikasi yang kita lakukan.
Masalah mentalitas sangat menentukan tingkat keberhasilan sebuah bisnis. Mentalitas berpengaruh pada aspek emosional, fisik dan spiritual. Materi dalam mentalitas ini meliputi keyakinan dan sikap, integritas dan edifikasi. Dengan mentalitas yang positif, mentalitas sukses inilah sebagai modal dalam menjalankan bisnis agar mencapai kesuksesan. Materi tentang promosi, menjelaskan pada peserta bagaimana mempromosikan pendidikan bisnis di KWE pada kawan-kawan dan saudara-saudara agar bisa ikut bergabung dalam KWE ini. Inilah sebagian dari materi dasar yang kami dapatkan dalam Basic Training di KWE selama 3 hari di Ruko Grand Ngalian Square, Semarang.
Hari Sabtu, 7 Februari aku juga berkesempatan ikut pertemuan calon mentor KWE bersama sekitar 150 anggota yang telah bergabung dengan KWE. Mereka datang dari berbagai kota seperti Kendari, Palembang, Jakarta, Purwakarta, Ceribon, Semarang, Purwokerto dan Solo. Acara ini dilaksanakan di Hotel Citra Dewi Bandungan Semarang.
Pertemuan yang langsung dipimpin oleh Bp. Moh Zaini itu memberikan pembelajaran dengan praktek langsung memperagakan seorang mentor di depan peserta. Acara praktek menjadi mentor ini berakhir sampai sekitar jam 12 malam. Semangatnya luar biasa!
Hari Minggu, 8 Februari kami seluruh peserta meninggalkan Bandungan menuju ke Semarang kembali untuk mengikuti acara seminar “Marketing Revolution” dari Mr. Tung Desem Waringin. Karena kondisi cuaca yang kurang mendukung, hujan dan banjir di Bandara Cengkareng maupun Bandara Ahmad Yani Semarang, pak Tung hadir terlambat, sehingga acara baru bisa dimulai jam 15.00 wib dan berakhir jam 19.00 wib.
Luar biasa aktivitas di KWE. Sungguh menginspirasi dan memotivasiku untuk menjalankan peluang bisnis, meraih kesuksesan, hidup bahagia dan berkelimpahan dalam ridlo Allah. Amin!*** ( 9 Februari 2009, 08.08)
Hari Rabu, 4 Februari mengikuti materi pembelajaran dari Pak Yuli Istiono, salah seorang mentor KWE dari Cirebon. Materi yang diberikan mengenai tujuan berbisnis. Kenapa kita mesti berbinis? Salah satu alasan berbinis adalah untuk bisa mencapai sukses dengan tingkat kekayaan yang kita inginkan.
Kemudian beliau menjelaskan konsep cashflow quadrannya Robert T Kiyosaki. Pada Quadran kiri terdiri dari E (Employ) dan S (Self employ). Seorang yang bekerja sebagai employ atau karyawan dia harus mau diatur, diarahkan, dibina dan digaji oleh seorang boss. Kemungkinan bisa meraih sukses hanyalah dalam bilangan kecil sekitar 10 %. Berikutnya self employ, pekerja sendiri atau proffesional mandiri seperti seorang dokter, arsitek, pengacara atau trainer untuk bisa mendapatkan uang haruslah bekerja sesuai profesinya. Mereka memang tidak punya boss, namun kalau tidak bekerja, maka mereka tidak bisa mendapatkan uang. Untuk bisa sukses dan kaya raya juga sulit, kemungkinan meraih sukses juga sekitar 10 %.
Pada quadran kanan terdiri dari Business Owner dan Investor. Business owner adalah yang memiliki bisnis, yang mengatur, memerintah dan menggaji para karyawannya. Seorang business owner haruslah memiliki ilmu untuk bisnis agar bisnisnya bisa berjalan dan menghasilkan uang. Sedangkan Investor adalah orang yang memiliki cukup uang yang digunakan untuk investasi sebuah bisnis.
Pada quadran kanan inilah peluang untuk meraih sukses sangat besar, peluang untuk bisa kaya raya, berlimpah juga sangat besar. Tinggal bagaimana seseorang memiliki ilmu bisnis yang cukup, sikap mental yang benar (attitude) dan keyakinan (beliefe) yang benar untuk mencapai sukses.
Pada hari pertama kami para peserta pendidikan Basic di KWE ini juga diminta mengisi quetionare, menuliskan daftar impian dan memvisualisasikan impian utama. Hasil quetionare inilah yang akan menentukan planning dan action harian kehidupan peserta untuk mencapai impiannya.Pada hari kedua dan ketiga, peserta mendapatkan materi pembelajaran langsung dari guru hebat, Bp. Muhammad Zaeni, si tukang sapu yang sukses menjadi seorang milliarder dengan memiliki bermacam bisnis.
Beliau menyampaikan materi kepribadian, mentalitas, promosi, edifikasi dan lain-lain yang terkait dengan bagaimana kita harus menjalankan bisnis. Kepribadian manusia dikelompokkan ke dalam empat (4) besar yaitu sanguin, koleris, melancolis dan plegmatis. Dengan mengenal empat macam kepribadian ini, kita bisa melakukan komunikasi tepat pada setiap orang sesuai dengan kepribadiannya, sehingga akan menunjang keberhasilan kita mencapai target ataupun goal setiap tindakan komunikasi yang kita lakukan.
Masalah mentalitas sangat menentukan tingkat keberhasilan sebuah bisnis. Mentalitas berpengaruh pada aspek emosional, fisik dan spiritual. Materi dalam mentalitas ini meliputi keyakinan dan sikap, integritas dan edifikasi. Dengan mentalitas yang positif, mentalitas sukses inilah sebagai modal dalam menjalankan bisnis agar mencapai kesuksesan. Materi tentang promosi, menjelaskan pada peserta bagaimana mempromosikan pendidikan bisnis di KWE pada kawan-kawan dan saudara-saudara agar bisa ikut bergabung dalam KWE ini. Inilah sebagian dari materi dasar yang kami dapatkan dalam Basic Training di KWE selama 3 hari di Ruko Grand Ngalian Square, Semarang.
Hari Sabtu, 7 Februari aku juga berkesempatan ikut pertemuan calon mentor KWE bersama sekitar 150 anggota yang telah bergabung dengan KWE. Mereka datang dari berbagai kota seperti Kendari, Palembang, Jakarta, Purwakarta, Ceribon, Semarang, Purwokerto dan Solo. Acara ini dilaksanakan di Hotel Citra Dewi Bandungan Semarang.
Pertemuan yang langsung dipimpin oleh Bp. Moh Zaini itu memberikan pembelajaran dengan praktek langsung memperagakan seorang mentor di depan peserta. Acara praktek menjadi mentor ini berakhir sampai sekitar jam 12 malam. Semangatnya luar biasa!
Hari Minggu, 8 Februari kami seluruh peserta meninggalkan Bandungan menuju ke Semarang kembali untuk mengikuti acara seminar “Marketing Revolution” dari Mr. Tung Desem Waringin. Karena kondisi cuaca yang kurang mendukung, hujan dan banjir di Bandara Cengkareng maupun Bandara Ahmad Yani Semarang, pak Tung hadir terlambat, sehingga acara baru bisa dimulai jam 15.00 wib dan berakhir jam 19.00 wib.
Luar biasa aktivitas di KWE. Sungguh menginspirasi dan memotivasiku untuk menjalankan peluang bisnis, meraih kesuksesan, hidup bahagia dan berkelimpahan dalam ridlo Allah. Amin!*** ( 9 Februari 2009, 08.08)
Thursday, April 16, 2009
BE BETTER LIFE
Alhamdulillah, Januari 2009 telah mengantarku pada idea dan pemikiran besar. Ada sejumlah program yang akan aku siapkan untuk bisa berbagi, memberi pencerahan dan menginspirasi bagi banyak generasi muda Indonesia.
Bulan Januari aku telah memberikan training pada sekitar 1.362 peserta, terdiri dari 40 orang guru dan pengurus Muhammadiyah Magelang, 22 orang peserta Kursus Dakwah Islam (KDI) angkatan 22 Ittihadul Muballighin Semarang, 260 siswa kelas 3 SMP Negeri 12 Semarang, 240 siswa SMA Negeri 1 Sukorejo – Kendal, 700 siswa kelas 2 dan 3 SMA PGRI 1 Kendal, serta 100 siswa kelas 3 SMA Negeri 1 Rowosari Kendal.
Membaca situasi dan kondisi lapangan saat memberikan training di Kabupaten Kendal, terinspirasi untuk menyiapkan sebuah program besar bagi siswa-siswa yang nanti selesai Ujian Nasional 2009 ini, khususnya bagi mereka yang belum bisa langsung melanjutkan kuliah. Mereka adalah anak-anak muda yang potensial yang bisa maju dan berkembang menjadi orang-orang sukses dalam berbagai bidang maupun keahlian. Karenanya aku ingin membantu mereka untuk menyemangati, untuk menginspirasi mereka mengambil keputusan - tindakan (take action) mengawali langkah untuk be better life in the future.
Program besar ini aku tengah siapkan konsep dan sistemnya agar nanti bisa tersaji dan siap dinikmati mereka, generasi muda Indonesia. Aku akan siapkan team yang solid dan sistem yang matang untuk membantu mereka menemukan pilihan hidup yang lebih baik di masa yang akan datang.
Perusahaan “Bisnis Mulia Konsultama” akan aku urus kelengkapan surat-suratnya. Dengan bendera “Bisnis Mulia Konsultam” inilah aku akan mengawali kegiatan perusahaan ini untuk berbagi ilmu, pengetahuan, wawasan dan semangat untuk kehidupan yang lebih baik.
Aku juga harus menyiapkan materi-matei baru untuk mendukung program ini, sehingga secara sistematis bisa memberikan perubahan mindset peserta untuk menjadi orang-orang sukses di dunia dan akhirat yang dalam terminologi Islam menjadi Ummat Terbaik dan Hidup Penuh Keberkahan.
Perjalanan memberikan training di Kabupaten Kendal, juga munculnya permintaan training untuk guru-guru seperti di SMA Negeri 1 Sukorejo dan di SMA Negeri 1 Rowosari Kendal. Di SMA PGRI 1 Kendal juga ada keinginan dari Pihak Sekolah untuk menyelenggarakan training bagi orang tua/wali muridnya.
Dengan para kepala sekolah aku juga bisa lebih akrab dan bisa sharing pengalaman. Pak Budiman Kepala Sekolah SMA Negeri 01 Sukorejo bahkan memintaku untuk membantu desain pengembangan rumah pribadinya, aku janjikan dalam bulan Februari nanti akan silaturahim ke Sukorejo lagi. Bu Tuti, Kepala Sekolah SMA PGRI 1 Kendal, ternyata malah satu alumni dan seangkatan denganku di SMA Negeri Kendal tahun 1982. Banyak program yang bisa kami kerjasamakan nanti.
Bp Sunarto, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Rowosari juga seorang yang luar biasa, semangatnya dahsyat. Buku bacaannya referensi para motivator seperti karya Rhenald Kasali, Erbe Sentanu, dan Tung Desem Waringin. Bahkan Pak Sunarto juga sudah mengikuti training-trainingnya Pak Tung Desem Waringin. Dahsyat! Luar Biasa!
Demikian, setiap perjalanan training yang aku lakukan dengan perasaan happy, enjoy dan fun, hasilnya juga sesuatu yang sungguh menyenangkan. Alhamdulillah, semua ini melengkapi kebahagiaan dalam kehidupanku!*** (31 Januari 2009, 09.10)
Bulan Januari aku telah memberikan training pada sekitar 1.362 peserta, terdiri dari 40 orang guru dan pengurus Muhammadiyah Magelang, 22 orang peserta Kursus Dakwah Islam (KDI) angkatan 22 Ittihadul Muballighin Semarang, 260 siswa kelas 3 SMP Negeri 12 Semarang, 240 siswa SMA Negeri 1 Sukorejo – Kendal, 700 siswa kelas 2 dan 3 SMA PGRI 1 Kendal, serta 100 siswa kelas 3 SMA Negeri 1 Rowosari Kendal.
Membaca situasi dan kondisi lapangan saat memberikan training di Kabupaten Kendal, terinspirasi untuk menyiapkan sebuah program besar bagi siswa-siswa yang nanti selesai Ujian Nasional 2009 ini, khususnya bagi mereka yang belum bisa langsung melanjutkan kuliah. Mereka adalah anak-anak muda yang potensial yang bisa maju dan berkembang menjadi orang-orang sukses dalam berbagai bidang maupun keahlian. Karenanya aku ingin membantu mereka untuk menyemangati, untuk menginspirasi mereka mengambil keputusan - tindakan (take action) mengawali langkah untuk be better life in the future.
Program besar ini aku tengah siapkan konsep dan sistemnya agar nanti bisa tersaji dan siap dinikmati mereka, generasi muda Indonesia. Aku akan siapkan team yang solid dan sistem yang matang untuk membantu mereka menemukan pilihan hidup yang lebih baik di masa yang akan datang.
Perusahaan “Bisnis Mulia Konsultama” akan aku urus kelengkapan surat-suratnya. Dengan bendera “Bisnis Mulia Konsultam” inilah aku akan mengawali kegiatan perusahaan ini untuk berbagi ilmu, pengetahuan, wawasan dan semangat untuk kehidupan yang lebih baik.
Aku juga harus menyiapkan materi-matei baru untuk mendukung program ini, sehingga secara sistematis bisa memberikan perubahan mindset peserta untuk menjadi orang-orang sukses di dunia dan akhirat yang dalam terminologi Islam menjadi Ummat Terbaik dan Hidup Penuh Keberkahan.
Perjalanan memberikan training di Kabupaten Kendal, juga munculnya permintaan training untuk guru-guru seperti di SMA Negeri 1 Sukorejo dan di SMA Negeri 1 Rowosari Kendal. Di SMA PGRI 1 Kendal juga ada keinginan dari Pihak Sekolah untuk menyelenggarakan training bagi orang tua/wali muridnya.
Dengan para kepala sekolah aku juga bisa lebih akrab dan bisa sharing pengalaman. Pak Budiman Kepala Sekolah SMA Negeri 01 Sukorejo bahkan memintaku untuk membantu desain pengembangan rumah pribadinya, aku janjikan dalam bulan Februari nanti akan silaturahim ke Sukorejo lagi. Bu Tuti, Kepala Sekolah SMA PGRI 1 Kendal, ternyata malah satu alumni dan seangkatan denganku di SMA Negeri Kendal tahun 1982. Banyak program yang bisa kami kerjasamakan nanti.
Bp Sunarto, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Rowosari juga seorang yang luar biasa, semangatnya dahsyat. Buku bacaannya referensi para motivator seperti karya Rhenald Kasali, Erbe Sentanu, dan Tung Desem Waringin. Bahkan Pak Sunarto juga sudah mengikuti training-trainingnya Pak Tung Desem Waringin. Dahsyat! Luar Biasa!
Demikian, setiap perjalanan training yang aku lakukan dengan perasaan happy, enjoy dan fun, hasilnya juga sesuatu yang sungguh menyenangkan. Alhamdulillah, semua ini melengkapi kebahagiaan dalam kehidupanku!*** (31 Januari 2009, 09.10)
Subscribe to:
Posts (Atom)
