Sunday, February 24, 2008

Belajar dari "Sang Pembelajar"

Pagi ini jam 07.00 saya coba turning ke frekwensi SMART FM dan mendengarkan suara Motivator #1 Indonesia, Bp. Andrie Wongso mengudara, membakar semangat para pendengar Indonesia. Mendengarkan suaranya yang mampu memotivasi dan mengikuti pemikirannya sungguh luar biasa. Semangat yang menggebu-gebu, disuarakan dengan energi positifnya rasanya ikut mendapat transfer energi positif ke dalam tubuh ini. Dan para pendengar dapat memperoleh transfer energi positif dari Bp. Andrie Wongso ini setiap hari Senin jam 07.00 sampai dengan jam 08.00 melalui SMART FM. Terima kasih, SMART FM.

"Success is my right" demikian slogan yang selalu beliau gemakan. Kesuksesan adalah hak setiap orang, untuk anda, saya dan siapapun yang berkeinginan untuk sukses. Bp. Andrie Wongso telah membuktikan kesuksesannya, meski dirinya bertitel SDTL (Sekolah Dasar Tidak Lulus) dengan tambahan TBS (Tapi Bisa Sukses). Itulah keberhasilan Bp. Andrie Wongso, yang terus ditularkan dalam berbagai seminar dan pelatihannya. Perjalanan kehidupan motivator #1 Indonesia ini dan kesuksesannya telah ditulis menjadi sebuah buku "Andrie Wongso Sang Pembelajar). Isitimewanya, penulisnya adalah istrinya sendiri, Leny Wongso! Luar biasa!!!

Saya bersyukur mendapat kesempatan hadir dalam seminar bedah buku tersebut yang digelar oleh Jaringan Rumah Usaha (JRU) dalam salah satu acara "Waroeng Wedangan" di BPL Semarang 20 Desember lalu. Menyimak pembicaraan Bp. Andrie Wongso sungguh menyenangkan, memotivasi dan menjadi sebuah inspirasi bagi pengembangan diri saya untuk mencapai kesuksesan.

Bp. Andrie, memposisikan dirinya sebagai Sang Pembelajar, meski dia telah banyak memberikan ilmunya pada banyak orang. Awalnya sang istri hendak memberikan judul bukunya, Andrie Wongso Sang Pendidik. Ketika sharing dengan sang suami, maka buku itupun akhirnya direvisi menjadi "Andri Wongso, Sang Pembelajar". Hal ini saya maknai bahwa meski Beliau orang yang luar biasa, namun memiliki sikap yang rendah hati, santun. Sebagai sang pembelajar, setiap aktivitas dalam kehidupannya merupakan pembelajaran baginya dan proses pembelajaran ini tak akan pernah berakhir sampai Tuhan mengambil nyawanya.

Ini semakna dengan ungkapan Rosulullah mengenai perintah untuk mencari ilmu bagi umatnya, yaitu dari buaian hingga liang lahat. Belajar adalah sepanjang masa. Belajar dalam Islam dianjurkan "Long life education". Dan ungkapan menarik lainnya yang saya dapatkan dari seorang mentor, Bp. Bambang Nugroho dalam training motivasinya, "Jangan diri merasa matang. Hati-hati, besok akan membusuk. Merasalah diri masih hijau, sehingga besok akan jadi berkembang". Ini merupakan kalimat-kaslimat positif yang bagus untuk kita masukkan dalam hati, sehingga kita memiliki semangat untuk belajar dan terus belajar. Saya sempat membeli buku karya Leny Wongso ini, namun sampai saat ini belum sempat membanca dan mengkajinya lebih jauh. Tak mengapa, suatu ketika nanti saya akan pasti membaca dan belajar darinya.

Dalam siaran tadi pagi, juga disampaikan pentingnya keseimbangan bagi kita untuk bisa sukses yakni dengan positive thinking and action! Berpikir positif mengenai impian di masa mendatang, berpikir positif mengenai planning untuk mewujudkan impian, berpikir positif untuk kemajuan dan pengembangan diri. Namun tak cukup hanya dengan berpikir saja, melainkan harus disertai tindakan, take action!!

Berpikir positif, semangat membara untuk sebuah kesuksesan, memang tak akan pernah bisa tercapai, jika kita tidak mengambil suatu tindakan atau langkah apapun. Demikian juga sebaliknya, berbuat terus, beraktivitas terus menerus namun tanpa tujuan, tanpa impian maka kita tak akan pernah sampai pada suatu tempat yang kita inginkan. Karenanya harus ada keseimbangan, thinking and action! Berpikir positif, pikirkan yang terbaik, yang strategis dan efektif, dan selanjutnya melakukan tindakan secara terus menerus tanpa mengenal lelah, bisa dipastikan akan menghasilkan buah dari kerja keras : kesuksesan.

Memasuki tahun baru ini, saya telah membangun impian dan saatnya untuk mengambil timndakan. Menjadi trainer nasional harus diawali dengan langkah-langkah kecil yang jelas. Proposal trainging sudah saya kirim ke kota Palembang dan Tanjung Pinang. Saya harus memfollow up dan monitoring hasilnya. Saya harus calling kawan di Palembang, mas Ratno dan Dedeng di Palembang, bagaimana rencana training mereka? Juga pada kawan lain, Mbak Lia Santoso yang telah membawa proposal ke Tanjung Pinang, bagaimana kelanjutnannnya? Aku harus mempersiapkan proposal untuk Jakarta dan NTB agar kawan-kawan di sana juga bisa mempersiapkan trainingku. Proposal untuk di wilayah Jawa Tengah sendiri tetap harus saya siapkan, terutama untuk anak-anak SMA kelas 3 dalam mempersiapkan Ujian Nasional tahun ini.

Mengenai perusahaan CV. Nata Karsa yang aku dirikan bersama Bp. Subadi, nanti harus dilanjutkan kepengurusan surat-surat legalnya, sehingga memenuhi persyaratan untuk bisa mendapatkan proyek dari Pemda-pemda di Jawa Tengah ini. Disamping itu, ihtiar untuk menjajagi proyek di beberapa Pemda Kabupaten di Jateng harus dilakukan.

Untuk K-LINK, aku memang masih harus belajar banyak dari up line, bagaimana berjualan efektif dan cara membangun jaringan bisnis di MLM ini. Secara perlahan dan bertahap harus aku lakukan. Insya Allah bisa! Dan buku "Membangun Kembali Paradigma Islam" tadi pagi telah aku selesaikan pengetikan pada Bab Sebelas, nanti harus bisa dilanjutkan dengan bab-bab berikutnya.

Inilah impian yang ingin aku wujudkan di Tahun 2008 ini, menjadi trainer nasional, mendapat sejumlah order proyek konsultansi, membangun jaringan bisnis K-Link dan menerbitkan buku pertamaku. Semangat yang aku tarik dari Bp. Andrie Wongso, dari motivator-motivator lain baik dari seminar, training, ataupun buku bacaan semua bisa menjadi energi penggerak untuk keberhasilanku. Purdi E Chandra, Erbe Sentanu, Rhonda Byrne dan lainnya menjadi inspirasi bagi kesuksesanku. Menambah energi yang dahsyat untuk mewujudkan impian-impianku. Insya Allah!*** (07 Januari 2008, 08.53)

No comments: